Dengan tema “Inovasi dan Kolaborasi”, Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penataan Ruang Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi-Puncak-Cianjur (Jabodetabekpunjur) menjadi wadah bagi Yayasan Jalantara dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam menanggapi masalah kritis wilayah. Acara ini diadakan pada tanggal 7 Desember 2022 yang bertempat di The Sultan Hotel, Jakarta dengan tujuan membangun lingkungan dan mendukung gerbang solusi dalam penyelesaian isu-isu strategis. Ketua Tim Koordinasi Penataan Ruang Jabodetabekpunjur, Hadi Tjahjanto, yang juga menjabat sebagai Menteri ATR/BPN, memberikan wawasan dan pengetahuan penting dalam kegiatan tersebut.

Dalam penjelasannya, Hadi Tjahjanto menyoroti tiga hal mendasar dalam penataan ruang Jabodetabekpunjur. Pertama, tata kelola dan kewenangan lintas pemangku kepentingan yang memerlukan harmonisasi dan sinergitas lebih. Kedua, permasalahan limitasi resource envelope di tingkat pusat dan daerah, terutama terkait kapasitas fiskal yang hanya dimiliki oleh DKI Jakarta. Ketiga, investasi dan intervensi yang belum seluruhnya selaras antara pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah.

Yayasan Jalantara sebagai Komunitas Penggiat Lingkungan dalam RAKOR TKPR Jabodetabekpunjur 7 Desember 2022

Sebagai solusi, Hadi Tjahjanto menyampaikan tiga poin penting. Pertama, diperlukan suatu rencana aksi untuk setiap isu strategis yang disepakati dalam collaboration platform. Solusi kedua adalah inovasi dan alternatif skema pembiayaan, serta penajaman prioritas pemrograman dan penganggaran pada setiap pemangku kepentingan. Sebagai solusi terakhir maka dibutuhkan sinergitas investasi dan intervensi.

Yayasan Jalantara turut menyoroti isu-isu strategis di Jabodetabekpunjur, termasuk masalah persampahan dan sanitasi, permukiman kumuh, bencana, penataan kawasan hulu, hingga penyediaan air baku dan air minum. Ketua Tim Koordinasi menjelaskan bahwa rapat tersebut menjadi panggilan bagi seluruh anggota TKPR Jabodetabekpunjur untuk menangani bottleneck fundamental.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh pemangku kepentingan, seperti pemerintah kota dan kabupaten, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Kolaborasi yang tepat dan sinergi yang terbangun diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi oleh kawasan perkotaan Jabodetabekpunjur. Agenda ini bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mencapai perubahan positif dan peningkatan kualitas hidup di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *