Yayasan Jalantara telah bekerja sama dengan Bank Sampah Nol Satu untuk memberikan workshop dan pelatihan tentang daur ulang, dengan fokus pada pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai. Acara dihelat pada tanggal 6 Maret 2024, di Balai Pelatihan LHK Rumpin Bogor, acara Bimtek Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi diselenggarakan dengan sukses. Acara ini merupakan inisiatif dari Yayasan Jalantara yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang cara mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Kegiatan dilakukan berkelompok dengan tujuan optimalisasi transfer knowledge

Dengan jumlah peserta mencapai 30 orang, acara ini terbilang cukup diminati. Para peserta yang dibagi dalam kelompok sangat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan yang diselenggarakan, terutama sesi pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Direktur Riset Yayasan Jalantara yang merupakan ahli praktisi terkemuka dalam bidang pengolahan sampah memberikan panduan secara langsung kepada peserta tentang teknik-teknik pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin aromaterapi.

Sesi pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai menjadi salah satu highlight acara. Peserta diajak untuk memahami proses pengolahan limbah minyak menjadi lilin aromaterapi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Dengan pendekatan praktik langsung, peserta dibimbing untuk melakukan proses pengolahan dari awal hingga produk jadi. Mereka belajar tentang pemilihan bahan baku yang tepat, teknik pengolahan yang benar, hingga proses finishing dan packaging produk.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berkolaborasi dalam aksi nyata untuk mengurangi jumlah limbah di lingkungan mereka sendiri. Setiap kelompok peserta diberi tugas untuk melaksanakan aksi nyata dalam beberapa hari setelah acara berlangsung. Tugas ini melibatkan pengolahan sampah di tingkat komunitas, seperti mengumpulkan limbah minyak jelantah dari rumah-rumah warga dan mengolahnya menjadi lilin aromaterapi yang dapat dijual kembali. Ini merupakan langkah konkret yang diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungan mereka.

Selain sesi pelatihan pembuatan lilin aromaterapi, kerjasama antara Yayasan Jalantara dan Bank Sampah Nol Satu dalam sesi workshop daur ulang juga menjadi momen penting dalam acara ini. Para peserta mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang pentingnya daur ulang dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Mereka diberikan informasi tentang berbagai teknik dan metode daur ulang sampah, serta bagaimana menerapkannya dalam skala rumah tangga maupun komunitas.

Acara Bimtek Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi ini juga menjadi momentum penting bagi Yayasan Jalantara yang berhasil memperluas cakupan materi pelatihan mereka dengan memasukkan topik pengolahan limbah menjadi lilin aromaterapi, yang sebelumnya belum pernah diakukan. Hal ini menunjukkan komitmen Yayasan Jalantara dalam terus berinovasi dan berkontribusi dalam upaya pengelolaan sampah yang lebih baik di masyarakat.

Formula lilin aromaterapi Yayasan Jalantara

Secara keseluruhan, acara Bimtek Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi ini sukses menyajikan beragam informasi dan keterampilan kepada para peserta. Melalui pendekatan praktik langsung dan kerjasama antar lembaga, acara ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pengolahan sampah yang berkelanjutan, tetapi juga menginspirasi peserta untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan dan menciptakan nilai ekonomi dari sampah.